Tokobuku Faisal Mustaffa

By: tokobuku faisalmustaffa

[Recommend this Fotopage] | [Share this Fotopage]
View complete fotopage

Tuesday, 4-Feb-2014 19:28 Email | Share | Bookmark
MERENUNGKAN LIBERTARIANISME

MERENUNGKAN LIBERTARIANISME
Saya berjumpa kali pertama dengan penulis buku ini Amato Assagaf, saat Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF) dan Freedom Institute mengadakan workshop tentang Perubahan Iklim dan Ide Kebebasan, di Manado, akhir April 2012. Tak ada yang istimewa, tak ada perdebatan panjang mengenai Liberalisme sebagaimana biasa saat FNF atau Freedom Institute mengadakan workshop serupa di kota-kota yang lain. Bahkan dengan sorot mata yang tajam serta janggut yang ia pelihara, sempat saya menduga ia salah satu mahasiswa yang memiliki latar belakang religious dan fundamentalis. Selebihnya saya tak mengetahui banyak tentangnya.

Satu hal yang saya catat adalah pengakuan Amato yang sempat meragukan maksud FNF dan Freedom Institute mengadakan workshop tentang gagasan Liberalisme dengan memakai tema perubahan iklim sebagai topic workshop. Dua sessi awal workshop menjadi penting, karena ternyata diawal-awal itulah ia mencoba mencerna dan memahami saling kait antara topic perubahan iklim dengan gagasan Liberalisme yang coba ditawarkan. Disela-sela workshop kita sempat pula sedikit membahas mengenai perdagangan bebas, free market, globalisasi, liberalism, pluralism, Islam, Ahmadiyah, dan beberapa gagasan yang dengan fasih ditanggapi Amato dan beberapa kawan lain peserta workshop

Dikemudian waktu saya mulai menyadari arti penting moment tersebut. Kehadiran Amato dalam workshop tersebut bukan hanya menjadi peserta, tetapi juga mengendorsed kepada peserta yang lain. Amato Assagaf adalah aktifis yang rajin mengelola dan memimpin diskusi public, baik dengan mahasiswa maupun umum. Diskusi bisa dilakukan dirumahnya maupun kedai kopi yang marak menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi di Manado.

Dalam percakapan dengan Amato beberapa kali nama-nama yang muncul dalam diskusi adalah nama-nama aktifis yang saya kenal, juga beberapa lembaga swadaya masyarakat serta tempat-tempat diskusi semasa “pergerakan” mahasiswa. Amato pernah aktif dalam organisasi mahasiswa SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi) hingga saat organisasi ini melebur ke dalam Partai Rakyat Demokratik. Masa ia menekuni dan dipengaruhi gagasan “kiri.” ia bahkan sempat menjadi pengajar Marxisme di Warung 2000, sebuah lembaga pendidikan informal antar perguruan tinggi Manado selama setahun, yang pada saat bersamaan iamenjadi jurnalis radio di Smart FM Manado dan SOL FM Manado hingga tahun 2000. Bagi saya ini merupakan sebuah latar belakang yang menarik.

Di penghujung acara workshop Amato menyodorkan sebuah soft file tulisannya yang berjudul MERENUNGKAN LIBERTARIANISME. Tulisan pendek yang menuturkan perjalanan dan pergelutan ideologis yang dialaminya, dari “kiri” menuju seseorang yang menggandrungi pemikiran dan ide-ide kebebasan. Saat itu saya dan Freedom Institute berjanji untuk membicarakannya dengan beberapa teman yang lain di Jakarta dan jika memungkinkan untuk menerbitkannya.

Proses diskusi di Jakarta sempat tertunda beberapa lama, selain beberapa kritik dari teman-teman yang lain tentang isi buku yang bukan merupakan sebuah perdebatan mendalam tentang gagasan “kiri” maupun Liberal. Suatu argument yang dapat dipahami walaupun cukup memiliki ekspektasi yang tinggi menurut saya.

Menurut saya buku Amato tidaklah “penting” dari sisi kedalaman analisa gagasan Liberal ataupun “kiri” yang ia tulis. Buku ini menjadi penting karena berisi “pengakuan” dari seorang yang pernah menjadi aktifis dan memperjuangkan gagasan “kiri” yang kemudian meninggalkannya dan mempelajari Liberalisme, ide-ide kebebasan. Tulisan dan pengakuan seperti ini yang menjadi penting. Banyak penulis maupun intelektual yang mengemukakan gagasan argumen berlandaskan nilai-nilai Liberalisme, namun enggan atau tak mau mengakui dirinya Liberal. Buat saya pengakuan dan perjalanan perdebatan ideologis yang dialami oleh Amato lah yang menjadikan tulisan ini penting dan layak untuk dibaca public.

Latar belakang diataslah yang kemudian mendorong Friedrich Naumann Foundation for Freedom untuk tetap mengagendakan dan mengupayakan penerbitan tulisan Amato Assagaf, meski agak tertunda cukup lama. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan inspirasi terhadap “pengakuan-pengakuan” lainnya, dan bisa berbuah tulisan “Why I am a Liberal.” Paling tidak buku singkat ini bisa ikut menyumbang terhadap khasanah publikasi Liberal di Indonesia. Selamat membaca!


Muhammad Husni Thamrin
Program Officer FNF Indonesia

MAKLUMAT BUKU
Judul: “MERENUNGKAN LIBERTARIANISME
Penulis: Amato Assagaf
New Pb 90 pp.
Subjects: politics, ideology
ISBN: 9789791157346
Publisher: Fredrich Naumann Stiftung
Published: 2012
Harga : RM10.00*
*tidak termasuk kos penghantaran

Cara membeli;

1. Pls SMS 0122290944 (Type <MERENUNGKAN LIBERTARIANISME>)
2. Selepas mendapat pengesahan daripada sms anda, bayaran dilakukan melalui maybank2u.com atau Maybank Kawanku ke akaun Faisal bin Mustaffa (MBB 114179439605)


View complete fotopage


© Pidgin Technologies Ltd. 2016

ns4008464.ip-198-27-69.net